MBAH GENDENG

My WordPress Blog

Perkembangan Kecerdasan Otak Anak

Kehadiran seorang anak dalam sebuah keluarga adalah sebuah anugerah yang selalu diharapakan setiap orang tua. Oleh karenannya saat akhirnya mereka dikaruniai anak hampir setiap orang tua berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya tersebut sejak mereka lahir. Mereka senantiasa memperhatikan tumbuh kembang anak mereka terutama di usia emasnya. Ya 6 tahun usia awal seorang anak memang oleh sebagian ahli dianggap sebagai usia emas atau golden age bagi anak. Usia ini bisa dibilang merupakan salah satu fase penting dalam kehidupan anak karena pada usia emas ini mereka akan mulai berkembang baik dalam hal fisik maupun kecerdasan otaknya. Dan perkembangan otak mereka di usia ini menurut para ahli sangat berpengaruh dengan kecerdasan mereka saat mereka sudah dewasa di masa mendatang. Dan karena fase ini merupakan sebuah fase yang hanya terjadi sekali dalam hidup atau dalam kata lain tak bisa diulangi lagi maka orang tua hendaknya betul betul memperhatikan perkembangan anak di usia tersebut.

Hal ini karena di 6 tahun awal kehidupan seorang anak, keberadaan orang tua dan orang yang ada di sekitar anak akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak tersebut. Oramg tua juga harus mengetahui apa saja yang sebaiknya diberikan kepada anaknya agar mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai harapan. Misalnya saja untuk perkembangan fisik dan otak anak, orang tua harusnya memberikan makanan makanan dengan nutrisi yang tepat dan mencukupi sehingga mereka bisa mencapai perkembangan yang optimal. Selain itu sebaiknya anak anak dalam usia tersebut menghindari makanan makanan yang mengandung gula ataupun garam terlalu banyak karena dapat mengganggu kesehatan mereka dan bisa juga jika kelebhan gula akan menyebabkan obesitas pada anak.

Untuk perkembangan otak anak tidak hanya soal makanan saja yang harus diperhatikan, namun juga ada beberapa faktor lain. dalam hal ini orang tua sebaiknya memberikan sejumlah stimulus untuk merangsang perkembangan otak anak tersebut. Stimulus atau rangsangan ini dapat berupa sejumlah permainan atau game yang bersifat membuat anak menggunakan potensi kecerdasan yang dimilikinya.

Di saat usia ini orang tua sebaiknya juga mulai melihat sebenarnya apa kecerdasan anak yang menonjol dan juga apa minat yang dimiliki oleh anak tersebut. Dari hasil pengamatan tersebut kemudian  orang tua mulai dapat mengarahkan anak sesuai minat dan bakatnya tersebut. Misalnya saja anak pada usia ini mulai suka menggambar maka arahkanlah ia dalam hal tersebut. Tentunya hal ini tidak dilakukan dengan paksaan dan anak mau melakukan hal tersebut dengan senang hati.

Di usia ini anak biasanya juga sudah mulai meniru kebiasaan keiasaanyang sering orang tua lakukan. Karena itu berikanlah mereka contoh yang baik dengan melakukan kegiatan kegiatan yang bermanfaat untuk anak tersebut. Misalnya saja kita memberikan contoh kepada anak anak untuk menggosok gigi sebelum tidur atau mebiasakan mereka berdoa sebelum dan sesudah makan dengan cara memberikan mereka contoh langsung kepada mereka.

Updated: September 30, 2017 — 10:18 am
MBAH GENDENG © 2018 Frontier Theme