Ringkasan kuliah anak 2
rangkuman kuliah anak
wuih semangat…..semangat…….. ni mbah lagi ujian teman-teman maaf y g bisa berkunjung ke tempat kalian dulu nih lagi bikin rangkuman buat ujian anak 2 besok yah tapi masih belum selesai nih cuma sebgian aj yah mbah posting aj deh
Infeksi tropis
Difteri (C. diphteriae )
Manifestasi klinis
- Difteri hidung : pilek dgn ntibo + darah
- Difteri faring & tonsil (fausial) : faringitis akut, demam 38,5ºC, lemah, foetor of ore, bull neck, nyeri, pseudomembran
- Difteri laring : suara parau, batuk menyalak spt anjing, sesak, sianosis, stridor inspiratoar dgn/tanpa stridor ekspiratoar (pseudocroup), retraksi dinding dada, napas cuping hidung
- Difteri kutaneus & vaginal : lesi ulseratif
Diagnosis pasti: isolasi kuman
Laboratorium = Lekositosis, Uji Shick (adanya antibody)
Diff diagnosis = Tonsilitis membranosa, Tonsilitis folikularis/lakunaris, Angina Plaut Vincent, Stomatitis aphtosa, Candidiasis mulut
Medika mentosa
Antibiotik
- Penicillin prokain 50.000-100.000 UI/kgBB/hr → 7-10 hr (3 hr bebas panas)
- Eritromicin 50mg/kgBB/hr dlm 4 dosis (jk alergi penicillin)
Antitoksin Difteri (ADS) Skin tes dulu, jk alergi → Bedsredka
Bisa: Vit B1 3×100mg sampai 10 hr → ntibody otot
Prednison 2mg/kgBB/hr selama 3 mgg utk meΘ edema laring & cegah miokarditis (kontradiksi)
Karier: antibiotika oral atau injeksi
Campak (Gabag, Morbili, Measles, Rubeola)
3C : Conjungtivitis, Coryza, Cough
Ada 3 stadium :
- Std Kataral (Prodromal) : 3-5 hr, ~ commond cold yaitu demam ↑, malaise, fotofobia, nasofaringitis, konjungtivitis, koplik spot (putih kelabu, sebesar ujung jarum, dikelilingi eritema, lokalisasi di mukosa bukalis berhadapan dgn molar bawah)
- Std Erupsi : ruam makulopapular mula2 dibelakang telinga – slrh tubuh, pembesaran KGB, splenomegali, diare, muntah, black measles (morbili+perdarahan pd kulit, mulut, hidung, GIT)
- Std Konvalensi : muncul bekas di kulit → hiperpigmentasi & bersisik
LP ensefalitis campak: protein meningkat, limfositosis ringan, glukosa normal
Diff diagnosis = Influenza, Commond cold, German measles (rubella), Eksantema subitum, Alergi obat, Pertusis ~ St. Kataral
Medikamentosa :
- Antipiretika : Paracetamol : 10-15 mg/kgBB/x
- Ekspektoran : GG, usia >6 th : 50-100mg/ 2-6 jam, max 600mg/hr
- Antitusif (jgn gunakan codein)
- Mukolitik (k/p)
- Vitamin A & C
Ensefalitis
Antikonvulsan :
1. Luminal 5-8mg/kgBB/hr, dibagi 3-4 dosis
2. Difenilhidantoin 5-10mg/kgBB/hr, dibagi
2-3 dosis
3. Lorazepam 0,1-0,2mg/kgBB dlm ntibo →
3 mnt
MeΘ edema otak : manitol 20% 0,25-1g/kgBB →infus dlm 30-60 mnt
Pertusis
Ada 3 stadium :
- Std Kataralis : 1-2 mgg, seperti commond cold, batuk terutama malam hr, pilek, serak, anoreksia, demam ringan, kemerahan konjungtiva, lakrimasi. (Tidak dipikirkan diagnosis pertusis)
- Std Paroksismal/ntibody : 2-4 mgg, batuk khas (inspirasi panjang melewati celah ntibod yg menyempit shg bunyi whooping diikuti batuk berkepanjangan, inspirasi lg panjang diikuti rentetan batuk, dst) → 5-8 kali shg muka merah padam diakhiri muntah, sianotik.
- St. Konvalensi : 2 mgg, batuk & muntah berkurang, nafsu makan normal
Laboratorium
- Leukositosis (20.000-25.000/mm3 ), limfositosis ntibody
- Ro fo: ntibodyt perihiler, atelektase, emfisema
- Usap tenggorok : B. pertusis (+)
- Patologi anatomi: Mukosa dan folikel kelenjar limfe peribronkial membesar dan hiperseluler
Diff diagnosis = Commond cold, influenza, Morbili, Pseudopertusis (B.parapertusis/ B.bronchispetica), Pneumonia interstitialis
Medikamentosa
Antibiotik
- Eritromisin : 50mg/kgBB/hr dibagi 3-4 dosis→7hr
- Kloramfenikol : 30-50mg/kgBB/hr
Mukolitik
- Bromheksin
- GG : Anak >6 th : 50-100mg/2-6 jam, max 600mg/hr
Sedatif (k/p)
- Luminal Oral : 3-5mg/kgBB/hr dibagi 2-3 dosis, Injeksi : bayi : 30mg/x, anak : 75-100mg/x
Antitusif utk cegah komplikasi
- Codein : 1mg/kgBB/x, 3xsehari (sebaiknya dihindari)
- Dekstrometorphan HBr : 1mg/kgBB/hr, 3xsehari
Kematian terutama disebabkan oleh bronkopnemonia
PAROTITIS EPIDEMIKA (Gondongan, Mumps)
Manifestasi klinis
- Demam ringan – ↑, nyeri otot leher
- Pembengkakan kelenjar parotis unilateral → bilateral
- Nyeri daerah parotis (terutama bila makan/ minum yg asam) & leher
- Anoreksia, disfagia, trismus
- Sakit kepala, muntah, malaise
- Pembesaran kelenjar submandibularis & sublingualis
- Kelenjar liur disentuh, timbul nyeri.
- Suhu naik sampai 38,9-40° Celsius
- Pembengkakan terjadi pada hari kedua
- Komlikasi = orkitis dan ovaritis
Laboratorium
- Tes laboratorium: lekopeni, limfositosis ntibody, peningkatan kadar ntibod (tidak spesifik)
- Virus dlm saliva, urin, CSF, darah
- Antibodi thd antigen Selaput selama gejala parotis ada
Diff diagnosis
- Radang kelenjar limfe leher
- Sumbatan saluran kelenjar ludah
- Limfadenopati akibat radang di mulut & sekitarnya
Medikamentosa
Analgetika-antipiretika (k/p)
- Metampiron : >6 th → 250-500mg/x, max 2g/hr
- Paracetamol 10-15 mg/kgBB/hr
Rubella
Manifestasi klinis
- Fase prodromal: gejala kataral ringan kadang tidak diketahui, tidak fotofobia, khas: adenopati (retroaurikuler, servikal posterior, postoksipital)
- Enantem: bercak merah muda/semu pada langit lunak terbentang diatas fausium
- Limfadenopati: 24 jam sebelum sampai 1 minggu setelah ruam
- Eksantem agak gatal terlihat lebih bervariasi ntibodyt campak, mulai wajah, menyebar ke badan, menghilang hari ke 3, meninggalkan pigmentasi, kadang pengelupasan kulit
Laboratorium
- Jumlah leukosit normal atau menurun
- Trombositopenia dengan atau tidak ada purpura
Diff diagnosis
- Morbili
- Exantema subitum
- Drug rashes
- Mononukleosis infeksiosa
Tetanus
Manifestasi klinis
- Tetanus local = kekakuan sekelompok otot yang dekat dengan tempat inokulasi kuman, nyeri yang terus menerus
- Tetanus generlisata = Seluruh otot kaku, iritabel, trismus, risus sardonikus, disfagia, kaku kuduk, opistotonus, perut papan, fotofobia, kejang akibat rangsangan (suara, ntibo, cahaya, dsb), Spasme otot laring dan pernafasan: obstruksi, Sadar: sensorik dan fungsi korteks baik
Diff diagnosis
- Abses gigi, parafaring, retrofaring, peritonsiler
- Infeksi susunan saraf pusat : meningitis, ensepalitis.
- Keracunan striknin, fenotiasin
- Tetani.
- Epilepsi.
- Rabies.
- Mastoiditis, pneumonia lobaris atas, miositis leher, spondilitis leher
Medikamentosa
Netralisir toxin
- Imunoglobulin tetanus (TIG) : dosis tunggal 3000-6000 unit (sebagian IM, sebagian infiltrasi ntib di sekeliling luka)
- Antitoksin tetanus (ATS) : dosis 50000-100000 unit (setengah IV + IM) uji kulit dahulu. ATS digunakan jika TIG tidak tersedia.
Antibiotic
- Penisilin prokain 50.000 IU/kgBB/X tiap 12 jam
- Ampisilin 150 mg/kgBB/hari : 4 dosis
- Tetrasiklin 25-50 mg/kgBB/hari : 4 dosis
- Metronidasol awal 15 mg/kgBB/jam lanjut setengah dosis tiap 6 jam
- Eritromisin 40-50 mg/kgBB/hari: 4 dosis
Sedasi dan antikonvulsi
- Sedasi sesuai indikasi : ntibodytene, ntibodyte
- Diazepam : 0,1-0,3 mg/kgBB/x tiap 2-4 jam atau 4 mg/kgbb/hari, dibagi 6 dosis IV
- Kejang hebat : Dazepam drip 20 mg/kgBB/hari ntibody di ICU atau fenobarbital (<1 tahun = 50 mg, >1 tahun = 75 mg. Dilanjutkan dosis 5 mg/kgbb/hari, dibagi 6 dosis)
- Largaktil : 4 mg/kgbb/hari, dibagi 6 dosis. Bila kejang sukar diatasi : kloralhidrat 5%, 50 mg/kgbb/hari dibagi dalam 3-4 dosis, perektal.
Malaria
a.Plasmodium vivax penyebab malaria tertiana (setiap 48 jam )
b.Plasmodium falciparum penyebab malaria tropika (20-36 jam )
c.Plasmodium malaria penyebab malaria malariae / kuartana (72 jam)
d.Plasmodium ovale penyebab malaria ovale (setiap 48 jam )
manifestasi klinis
- Stadium dingin
Nadi cepat lemah, bibir dan jari pucat dan sianosis, kulit kering dan dan pucat. 15 menit – 1 jam
- Stadium demam
kepanasan,muka merah, kulit kering dan terasa panas seperti terbakar,nyeri kepala,mual muntah,haus. 2-12 jam
- Stadium berkeringat
berkeringat suhu badan menurun. Penderita dapat tidur dengan nyenyak, badan terasa lemah setelah bangun. 2-4 jam.
Laboratorium
- Tetes tebal > sensitive drpd hapusan darah tipis
- Hapusan darah tipisà identifikasi morfologi
- Trombositopenia
- Malaria tropika berat ( fibrinogen plasma turun )
- kterus ringan ( peningkatan bilirubin indirek dan tes fungsi hati abnormal )
- Albumin turun, globulin meningkat
- Hipokolesterolemia
- Kalium plasma meningkat saat demam
- LED meningkat
- Kadar glukosa menurun
- Fosfatase alkali menurun
- Protein plasma menurun
Medikamentosa
- skizontisida jaringan primer yang dapat membasmi parasit praeritrosit sehingga mencegah masuknya parasit ke dalam eritrosit yaitu proguanil, pirimetamin
- skizontisida jaringan sekunder dapat membasmi parasit eksoeritrositer yaitu primakuin
- skizontisida darah yang membasmi parasit fase eritrosit yaitu kina, klorokuin dan amodiakuin
- gametosid yang menghancurkan bentuk seksual yaitu primakuin, klorokuin
- sporontosid mencegah gametosit dalam darah untuk membentuk ookista, dan sporozoit dalam nyamuk Anopheles yaitu primakuin dan proguanil
Poliomyelitis
Patogenesis
- Masuk melalui rongga orofaring
- Berkembang biak dalam traktus digestivus, KGB regional dan RES, dapat menimbulkan perkembangan virus, reaksi tubuh membentuk ntibody spesifik.
Diff diagnosis
- Poliomielitis paralitik (GBS, BOTULISME, HERPES ZOSTER KRANIALIS PARALITIK)
- Poliomielitis non paralitik (ASEPTIS MENINGITIS, MENINGITIS BAKTERIIL DGN PENGOBATAN PARSIIL, MENINGITIS SEROSA STADIUM DINI)
Imunisasi
- IPV (inactivated PolioVaccine)
campuran tiga strain poliovirus dari supernatan kultur jaringan
- OPV (Oral PolioVaccine)
Menempel pada PVR (poliovirus receptor), kolonisasi dan replikasi dalam usus, merangsang antibodi sekretori lokal (sIgA anti-polio) dan antibodi humoral
Cardiologi
Penyakit jantung bawaan
Klasifikasi
- CHD Non Sianotik (VSD, ASD, PDA, Stenosis Pulmonal, Koarktasio Aorta)
- CHD Sianotik ( TF, TGA)
Ventricular septal diss (Lubang pada septum ventrikel )
- Darah dari ventrikel kiri à ventrikel kanan melalui defek o.k perbedaan tekanan à terdengar bising
- Dari ventrikel kanan à A.pulmonalis à naiknya tek.kapiler paru
- Bila tahanan A.pulmonalis tinggi à tek.ventrikel kanan juga tinggi à tek.ventrikel kanan = kiri à Eisenmenger Sindroma
Manifestasi klinis
- Asimtomatik pd VSD kecil
- Takipneu, ISPA berulang
- Kemampuan minum berkurang/ lekas lelah
- Pertumbuhan bayi terlambat
- Terdengar bising pansistolik di ICS III-IV, parasternal kiri (terdengar pd umur 2-6 minggu)
- Rontgen dada: Kardiomegali (VSD sedang & besar); corakan paru bertambah, segmen pulmonal menonjol (VSD besar)
- EKG: Hipertrofi ventrikel kiri (VSD sedang) Hipertrofi Biventrikel (VSD besar
Terapi
- Antibiotik profilaksis mencegah Endokarditis pada tindakan tertentu
- Penanganan gagal jantung jika terjadi ((Digoksin 0,01 mg/kgBB/hari), Kaptopril dan diuretik)
- Operasi pada umur 2-5 tahun
Atrium septum defek (atrium kanan dan kiri yang tidak ditutup oleh sekat)
Patofisiologi
- Darah dari atrium kiri masuk ke atrium kanan à beban pd ventrikel kanan, A.pulmonalis, kapiler paru, Atrium kiri
- Tahanan A.pulmonalis naik à perbedaan tekanan ventrikel kanan & A.pulmonalis à bising sistolik (bising stenosis relatif katup pulmonal)
- Lama-kelamaan tjd peningkatan tek.ventrikel kanan yg permanen
Manifestasi klinis
- Bising sistolik ejeksi di ICS II-III Linea Parasternal kiri
- Rontgen: Kardiomegali
- EKG: Hipertrofi ventrikel kanan
Terapi
- Pencegahan endokarditis
- Operasi umur 2-4 tahun bila
1. Kardiomegali
2. Dyspneu d’effort
3. Gagal jantung kanan
4. Tekanan A.pulmonalis
Persisten Duktus Arteriosus (hubungan antara Aorta & Arteri Pulmonalis karena ductus tidak menutup setelah lahir)
Patofisiologi
- Darah mengalir dari Aorta ke A.pulmonalis melalui ductus.
- Aliran ini terjadi baik waktu sistole maupun diastole à Bising kontinyu
- Kebocoran Aorta menyebabkan ventrikel kiri bekerja lebih kuat, tek.diastole lebih rendah à jarak antara tek.sistole dan diastole lebar
Pulmonal Stenosis (Penyempitan/obstruksi pada Arteri Pulmonalis)
Beban tekanan meningkat à Ventrikel kanan hipertrofi
Manifestasi klinis
- Bising ejeksi sistolik ICS II parasternal kiri
- Foto dada: kardiomegali
- EKG: hipertrofi ventrikel kanan
Terapi
- Ringan (25-50 mmHg) à tidak dilakukan tindakan
- Sedang (50-75 mmHg) atau Berat (> 75 mmHg) à Valvulotomi
Tetralogi Fallot
Kelainan jantung sianotik yang ditandai oleh:
- VSD besar
- Stenosis Infundibular Pulmonal
- Overriding Aorta
- RVH (Right Ventrikel Hipertrofi
Patofisiologi
Stenosis pulmonal à aliran darah pulmonal ¯ à terjadi pirau kanan ke kiri à hipoksemia à polisitemia
Manifestasi klinis
- Sianosis
- Jari tabuh (clubbing finger) timbul setelah 2-3 bulan
- Sesak nafas
- Gangguan pertumbuhan gigi
- Squatting
- Bising ejeksi sistolik à maksimal di sela iga III-IV
- Hb, PCV meningkat
- Jantung berbentuk sepatu
- EKG: RVH
- Ekokardiogram: VSD besar, Overriding Aorta, PS
Terapi
- Knee Chest Position
- O2 5 L/m
- Morfin sulfat 0,1-0,2 mg/kg/dosis – i.v atau subkutan
- Bic Nat 1-2 meq/kg BB, i.v
- Bila anemia (Hb < 15 gr/dl) à tranfusi darah 5ml/kg
- Propanolol 1 mg/kg/hr – per oral dibagi 3 dosis
Gagal jantung
Gagal jantung kanan
- Jantung kanan tdk mampu memindahkan darah dari susunan pemb.darah venosa (V.kava, Atrium dan Ventrikel kanan) ke susunan pemb.darah arteriosa (A.pulmonalis)
- Timbunan darah pd vena bag.bawah badan à edema, asites
- Lemahnya jantung kanan à dikompensasi dg:
- Dilatasi jantung kanan, hipertrofi jantung kanan à Kardiomegali
- Menaikkan CO dg cara menaikkan frekuensi jantung à Takikardi
- Akibat lemahnya jantung kanan à darah masuk paru berkurang à merangsang paru bernafas lebih cepat utk mengimbangi kebutuhan O2 à Takipnea
Gagal jantung kiri
- Darah dari Atrium kiri tdk tertampung di ventrikel kiri à terbendung di Atrium kiri à memenuhi V.pulmonalis à udem pulmonum/kongesti paru
- Pd auskultasi terdengar ronkhi basah
- Ruangan di paru yg disediakan utk oksigen berkurang à
- Sesak nafas wkt bekerja (Dyspneu d’effort)
- Sesak nafas wkt istirahat (Orthopneu)
- Tertimbunnya darah di atrium & ventrikel à Dilatasi dan Hipertrofi à Kardiomegali
- Untuk memperbesar CO à jantung bekerja lebih cepat à Takikardi
Manifestasi klinik
- Perubahan pada jantung
- Takikardi, Kardiomegali, Irama Gallop, Gangguan pertumbuhan
- Kongesti paru
- Takipnea, Dyspne d’effort, Ortopnoe
- Ronkhi basah, Wheezing
- Sianosis
- Kongesti v.sistemik à Hepatomegali, Udem, JVP
Terapi
- Meningkatkan daya kerja pakai digitalis (memperkuat kontraksi dan mengurangi frek denyut)
Digoksin
- prematur/neonatus: 0,03 mg/kg
- < 2 th : 0,05 mg/kg diberikan secara oral
- > 2 th : 0,04 mg/kg
½ dosis, ¼ dosis, ¼ dosis
- Mengurangi beban kerja jantung
Kaptopril ( 0,1-2 mg/kg/dosis 3 x/sehari)à mengurangi tahanan vaskuler perifer sehingga dapat mengurangi afterload
- Untuk mengurangi gejala kongesti paru (preload ¯) dengan diuretik
Furosemid 1-2 mg/kg/dosis secara i.v, selanjutnya diberikan p.o, dosis tunggal pagi hari + KCl 75 mg/kg/hr p.o à mengganti kehilangan K+ akibat diuretik
Anemia à memperburuk gagal jantung jika Hb < 7 gr % à transfusi PRC
Antibiotika sering diberikan mengingat tingginya frekuensi ISPA (Bronchopneumoni) pada bayi/ anak yg mengalami gagal jantung
Demam reumatik
- Kemungkinan demam rematik akut bila ada:
- 2 kriteria mayor
- 1 kriteria mayor + 2 kriteria minor
- Diagnosa pasti bila didukung bukti adanya infeksi beta hemolitikus Streptokokus sebelumnya
Manifestasi mayor
- Karditis
- Poliartritis
- Khorea Sydenham (gerakan tidak terkoordinasi serta emosi labil)
- Erytema Marginatum (ruam makula dengan tepi eritema; Æ 2,5 cm)
- Nodul Subkutan
Manifestasi mayor
- Demam
- Atralgia
- Lekositosis
- LED , CRP +
- PR interval
Diff diagnose
- Reumatoid Artritis
- SLE
Laboratorium
- Reaktan Fase Akut à Lekositosis, LED meningkat, CRP positif
- Uji serologis infeksi Streptokokus àASTO naik 200 U atau lebih
- Radiologist normal
- Ekg (Sinus takikardi, PR interval memanjang, Kadang-kadang disritmia)
Terapi
- Bedrest
- Diet cair selama panas à cairan tidak lebih 1000 ml/hr
- Antibiotic
- Benzatin Penisilin i.m (penadur) dosis tunggal
600.000 U à BB < 30 kg
1,2 juta U à BB > 30 kg
- PP 50.000 IU/kg BB i.m max 900.000 IU/x, 2x/hr selama 10-14 hr
- Penisilin oral (ospen) 4 x 250 mg selama 10 hr
- Eritromisin 50 mg/kg/hr dibagi 4 dosis selama 10 hr
- Antiinflamasi
- Artralgia à asetaminofen
- Artritis à salisilat (Aspirin) 100 mg/kg BB/hr selama 2 hr, dilanjutkan dg dosis 75 mg/kg BB/hr slm 4 minggu
- Karditis dg kardiomegali atau gagal jantung à Prednison 1-2 mg/kg BB/hr selama 2 minggu. Selanjutnya dosis tappering off selama 2 minggu
- Khorea à untuk mengendalikan gerakan dipakai Haloperidol 0,5-2 mg/kg/x atau Fenobarbitol 15-30 mg/kg/x
- Stelah periode akut
- Pencegahan infeksi/rekurensi
Benzatin Penisiliin 600.000 U (BB < 30 kg); 1,2 juta U (BB ≥ 30 kg) tiap 4 minggu à 18-25 th
- Bila alergi penisilin
- Sulfadiazin dosis tunggal per oral
BB < 30 kg à 0,5 g/hr
> 30 kg à 1,0 g/hr
- Eritromisin 2 x 250 mg per oral
- Ospen 2 x 250 mg per oral
Penyakit jantung rematik
¢ Katup yang sering terkena adalah mitral, aorta
¢ Kelainan berupa insufisiensi sesudah lama à stenosis
¢ Diagnosis
¢ Riwayat demam rematik sebelumnya
¢ Pd jantung: iktus kordis kuat angkat tampak di ICS V-VI MCL (Hipertrofi Ventrikel Kiri)
¢ Ditemukan kelainan katup insufisiensi/stenosis à Bising Pansistolik
¢ Foto thorak à kardiomegali
ringkasan Difteri, Campak, Gabag, Morbili, Measles, Rubeola, Pertusis, Gondongan, Mumps,Rubella, Tetanus,Malaria, Poliomyelitis, Penyakit jantung bawaan, Persisten Duktus Arteriosus, Tetralogi Fallot, Gagal jantung, demam reumatik
Kalo artikel ini bermanfaat sudikah membantu mbah gendeng dengan mengklik iklan ini
Situs luar yang mirip
ringkasan kuliah anak 2 mbah gendeng blog lifestyle on
to Ringkasan kuliah anak 2">Ringkasan kuliah anak 2 | suara merdeka ringkasan kuliah anak 2 mbah gendeng Diagnosa pasti bila didukung bukti adanya infeksi
http://mbahgendeng.com/kuliah-kedokteran/ringkasan-kuliah-anak-2.html
belajar ngehack facebook your news
anak-2.html" title="Permanent Link to Ringkasan kuliah anak 2">Ringkasan kuliah anak 2 | suara merdeka cybernews | posisi orgasme idaman wanita
http://yournews.astaga.com/Hiburan/Belajar_Ngehack_Facebook
mbah gendeng blog google tentang pelet kejawen ramalan
blog google tentang pelet, kejawen, ramalan, tarot, kuliah kedokteran, dan prediksi togel ke tempat kalian dulu nih lagi bikin rangkuman buat ujian anak 2 besok yah tapi
http://www.mbahgendeng.com/
what the health? related links your news
Life Insurance - Cool Cartoon 1 week 2 days ago. Visit www.aniboom.com for more Animation an Cartoons. to Ringkasan kuliah anak 2">Ringkasan kuliah anak 2 | suara merdeka
http://yournews.astaga.com/TehnologiSains/What_The_Health/related_links
ringkasan kuliah agama mingguan lazimnya diri berkawan
RINGKASAN KULIAH AGAMA MINGGUAN. Lazimnya diri berkawan (mujalasah) dengan alim ulama' 2. Setakat kubur. anak-anak / keluarga. 3. Padang Mahsyar. amalan
http://115.133.144.162/mpkb/tazkirah/RINGKASAN%20KULIAH%20AGAMA%20MINGGUAN.pdf
ringkasan kuliah agama mingguan
RINGKASAN KULIAH AGAMA MINGGUAN Lazimnya diri berkawan (mujalasah) dengan alim ulama Setakat halkum - dunia 2. Setakat kubur - anak-anak / keluarga 3. Padang Mahsyar - amalan Ingatlah
http://115.133.144.162/mpkb/tazkirah/RINGKASAN%20KULIAH%20AGAMA%20MINGGUAN.pdf
kuliah afie's
Ringkasan Kuliah Overview Virologi. Adik-adik calon dokter, calon hairanty on Penyakit Diare pada Anak (Mekanisme Diare) September 2009 (2) August 2009 (2) July 2009 (7) June
http://afie.staff.uns.ac.id/category/kuliah/
ringkasan kuliah anak 2 mbah gendeng blog google tentang pelet
wuih semangat..semangat.. ni mbah lagi ujian teman-teman maaf y g bisa berkunjung ke tempat kalian dulu nih lagi bikin rangkuman buat ujian anak 2
http://mbahgendeng.com/kuliah-kedokteran/ringkasan-kuliah-anak-2.html/comment-page-1
about mbah gendeng blog google tentang pelet kejawen ramalan
Ringkasan kuliah anak 2; Kuliah Forensik (aborsi) Abortus Provokatus; Sindrom hemisfer kanan kiri; Meningkatkan energi melalui sedulur papat; whats your lifestyle
http://mbahgendeng.com/about
ringkasan mujtamaat
2. Timur Tengah adalah sebuah wilayah yang secara politis saja misalnya Abdul Aziz al-Rantissi (dokter spesialis anak MATA KULIAH BSA; MATA KULIAH BSI; MATA KULIAH PBA
http://humbud.uin-malang.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=347:ringkasan-mujtamaat&catid=119:mujtamaat-arabi
- RANGKUMAN PATOFISIOLOGI (5), makalah plasmodium malariae (3), dosis Gg anak (3), makalah antikonvulsi (3), kardiomegali apakah bisa di operasi atau tida? (2), contoh antitusif untuk morbili (2), patologi poliomyelitis adalah (2), bronkopnemonia bilateral (2), meningitis serosa (2), dekstrometorphan dosis (2), hubungan antara penderita malaria tropika dan kadar gula darah (2), perbedaan faringitis tonsilitis nasofaringitis (2), Dosis bayi bromheksin n gg (2), patogenesis malaria (2), inokulasi kuman (2)

(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Bahasanya terlalu akademis, Mbah. Buat otak orang macam penggembala sapi kayak saya ini jadi rada sulit mencerna.
hehehehe
saya yang keduaxxx…beraaaaat …ku tak sanggup
isinya itu lho, serasa mengajak pembaca menjadi dokter beneran.
Tapi saya takut, kalau salah bisa koit pasiennya :P
Assalamu’alaikum kunjungan siang mbah hehehe.. wah masuk sini bermanfaat sekali nambah ilmu nih tentang exacta hehehe…
Salam sukses n ay lap yu pulll
waduh……..
koq si mbah gak pusing ngapalin semua ini ya?
semangat buat ujiannya ya, mbah………
sungguh ilmu yg berguna……(sambil garuk2)
waaahhhh..ilmu yang sakti mandraguna mbah. heheheeee
waduhh mbah.. ampun.. saya ga donk
mending kaborrrrrr
wah..banyak ramuan nih mbah…
Salam hangat untuk para sahabat
Semoga kita selalu bersemangat
Merangkai kata menyusun kalimat
Persaudaraan bloger indonesia semakin kuat
sedj
kesepuluh..
kuliah apa sih? kedokteran?
wah si mbah rajin banget. mbah mohon doanya ya, selasa ini liza seminar proposal penelitian. doakan semoga sukses dan berjalan lancar
wh.. wh.. mbah emang gendeng…
Yoi, ane juga ora mudeg nih sob.. ibarat sinyal diluar jangkauan :)
Bingung nie mbah nth apapun yang dibahas..gak mudeng aku.. maklum anak ekonomi bukan anak exacta biasa ngitung duit..
apapun materinya sing penting say helo buat sobatku mbah gendeng
wah kagak ngerti sama sekali nih bos
hey this blog is great. I’m glad I came by this blog. Maybe I can contribute in the near future. PM ME on Yahoo AmandaLovesYou702 Thank you day463